Taman bermain merupakan tempat yang menyenangkan buat anak-anak. Mereka bisa bermain dengan bebas dengan perosotan, ayunan, jungkat-jungkit dan mainan yang ada disana. orang tua juga bisa santai sambil menjaga anak bermain. Namun yang harus kita waspadai juga, ada resiko bahaya di taman bermain. Berikut ini saya berbagi beberapa resiko bahaya di taman bermain dan bagaimana mengurangi resikonya berdasarkan pengalaman saya. Kalau jatuh atau kejedot (ini bahasa indonesianya apa ya?) udah ga usah dibahas kan ya, udah biasa itu mah. Namanya juga anak-anak:)
Alas/lantai yang keras. Masih banyak Taman bermain yang memakai alas atau lantai yang keras. Sehingga ketika jatuh, resiko cedera pada anak menjadi besar. Maka dari itu taman bermain yang baik, lantai atau alasnya berupa benda yang solid tapi empuk. Matras, Pasir laut atau tanah Berumput jauh lebih aman dari lantai semen atau ubin apalagi Paving block. Saya menggaris bawahi untuk perosotan, alas yang keras dititik jatuh (ujung perosotan) beresiko mencederai tulang ekor dan tulang belakang anak. Saran saya, jika alasnya keras, titik jatuh perosotan kita alasi dengan kain yang dilipat cukup tebal. supaya anak jatuh dengan posisi “empuk:)
Jika menggunakan pasir laut, ada resiko mata kelilipan. Menghilangkannya cukup ditiup, atau dialiri air bersih. Kalo masuk mulut, cukup kumur-kumur lalu buang.
Bagian Mainan yang tajam. Salah Satu yang berpotensi ialah mainan yang sudah berkarat dan tajam. Sebagian besar mainan di taman bermain terbuat dari besi, yang berpotensi berkarat dan keropos. Saya beberapa kali menemukan panjat-panjatan, ayunan, “putaran” dan jungkat-jungkit yang berkarat dan tajam di beberapa taman bermain. Saran saya untuk orang tua, periksa dulu mainan yang ingin dinaiki anak. Jika karatan atau keropos, lebih baik jangan. besi yang berkarat beresiko menyebabkan tetanus. atau kalo keroposnya hanya sedikit, bisa dilapisi dengan kain atau lakban.
Oh iya, saya menggaris bawahi lagi kata “menjaga”. Maksud saya bukan dengan trus pegangi anak sepanjang bermain. Ini sih malah akan membuat anak menjadi peragu dan penakut. Biarkan ia memanjat, naik atau berayun sendiri, kita cukup menjaganya saja. Kalo anak sudah cukup besar, birkan ia bermain dan berexplorasi sendiri:)
Sementara itu dulu sedikit berbagi tentang pengalaman saya dengan taman bermain. Ada beberapa Hal yang belum dibahas diatas, insya allah dibahas di tulisan seri AKU SIAP!!! selanjutnya. Ayah&bunda punya pengalaman tentang hal ini juga?
@K_IDZma
hypnostoryteller-coach-trainer
www.kidzsmile.info






