Untuk semester kali ini, saya diberikan kesempatan untuk membatu mengajar di kelas anak Play Grup. Sebenarnya berinteraksi dengan anak usia play group dan TK bukanlah hal baru, sewaktu saya masih jadi mahasiswa, kesempatan untuk berikteraksi dengan mereka saya dapatkan selama kurang lebih 4 tahun di sebuah organisasi mahasiswa . Pengalaman berorganisasi inilah yang memberikan banyak ilmu untuk saya bisa terapkan di tempat saya mengajar.
Bagi saya, memberikan anak sebuah pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan adalah salah satu targetan utama sebagai seorang pengajar dan pendidik. Dan sebuah kemasan atau metoda merupakan salah jawaban untuk mencapai targetan tersebut. Sebuah kemasan dan metoda yang menarik merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap motivasi dan semangat belajar anak. Terlebih ketika materi yang diberikan tersebut, bagi mereka adalah sesuatu yang membosankan. Pekerjaan menulis atau menarik garis dan menjadikannya sebuah bentuk, untuk beberapa anak merupakan pekerjaan yang disukai.
Cerita di bawah ini adalah salah satu pengalaman saya ketika mengajarkan anak usia Play Group untuk menarik garis dan membentuknya menjadi sebuah huruf.
Buka…tutup..buka tutup
Tepuk tanganmu..
Buka…tutup..buka tutup
Tepuk kakimu…
Naik….naik..naik..naik… Sampai ke dagu…..
Sekarang buka mulutnya lalu teriak …
Aaaaaaa……..
Lagu tersebut merupakan lagu terakhir yang dinyanyikan anak-anak Play Group di tempat saya mengajar. Dan diakhiri teriakan semut yang ternyata sama kuatnya dengan teriakan gajah, anak-anakpun duduk manis. Hari ini, mereka akan berkenalan dengan beberapa teman baru yaitu huruf I (Hmm..ternyata di Play Group sudah diperkenalkan ya?). Sebelum berkenalan dengan teman yang baru, anak-anak manis ini diingitkan kembali kepada teman lama mereka, yaitu huruf A – H. Luar biasa memang anak-anak sekarang, sebagian dari mereka sudah mengenal huruf-huruf tersebut. Padahal jaman saya dulu, di kelas satulah pertama kalinya saya berkenalan dengan huruf-huruf tersebut.
Saya mulai mengingatkan mereka kepada A. Pertama saya menanyakan kepada semua anak lalu seelah itu saya panggil nama mereka masing-masing, dan meminta mereka untuk menyebutkannya lagi. Pada awalnya ada salah seorang anak yang tidak ingin mengikuti kegiatan ini, tapi ketika melihat teman-temannya satu persatu dipanggil, akhirnya dia pun bergabung. Ketika berlanjut ke huruf selanjutnya, saya tidak langsung memperlihatkan huruf tersebut tapi saya biarkan mereka penasaran dulu. Walaupun beberapa dari mereka sudah tahu dengan huruf selanjutnya, tapi tetap ketika dibuat penasaran dan tahapannya dibuat menarik, merekapun tetap antusias untuk menyebutkannya. Begitupun seterusnya dengan huruf yang lain.
Tiba waktunya mengajak mereka untuk melatih motorik halus,anak-anak manis ini diminta untuk menarik garis putus-putus yang bebentuk huruf I. Targetan saya bukan hanya membuat mereka bias menyelesaikan semuanya tapi bagaimana mereka menikmati proses tersebut. Maka saya coba kemas kegiatan ini dengan cara mengumpamakan mereka sebagai seorang Putri dan Pangeran yang diberikan misi rahasia.
“Baiklah, harii ini Miss akan memberikan sebuah misi untuk kalian.”
Saya coba menceritakan misi dengan sangat ekspresif dan penuh keseriusan. alhasil, Anak-anak tersenyum dan antusias, mereka tampak senang sekali di sebut Putrid an Pangeran. Terlebih lagi mereka dipercaya untuk melakukan sesuatu. Mereka tampak penasaran dan menunggu apa yang akan saya sampaikan.
“Hari ini kalian, Putri dan Pangeran diberikan diberikan sebuah kertas rahasia. Di kertas rahasia ini kalian harus menarik garis dan membentuk huruf I. Jika kalian berhasil melaksankan misi ini, maka Ratu akan senang.”
Senang dan lucu sekali melihat ekspresi mereka, mereka senyum-senyum melihat ekspresi serius saya ketika menceritakan misi tersebut. Sepertinya mereka merasa sebagai seseorang yang penting yang bisa membuat orang lain bahagia (kesimpulan saya sendiri berdasarkan ekspresi mereka?).
“Siapa yang ingin membuat Ratu Miss Maggie senang? (Miss Magie adalah salah satu guru PG), anak-anak mengacungkan tangannya.
“Baiklah, sekarang Pangeran dan Putri boleh ke kursi masing-masing dan Miss Fita akan mebagikan kertas rahasianya”.
Anak-anak mais itu langsung menyerbu ke kursi masing-masing. Saya sebut nama setiap anak dengan menambahkan Putri atau Pangeran di depan namanya, mereka tersenyum ketika saya sebut seperti itu.
“Ini adalah alat yang digunakan untuk menyelesaikan misi Putri dan Pangeran.” saya membagikan pensil kepada mereka.
Setelah itu mereka mulai mengerjakan misi mereka masing-masing. Selama mereka mengerjakan, saya memberikan terus motivasi mereka untuk menyelesaikan misi tersebut.
“Ayo…Putri dan Pangeran, jangan membuat Ratu Miss Maggie sedih.”
Yang menarik lagi adalah, ada salah seorang murid yang selalu aktif bergerak. Tapi, waktu itu dia mau duduk dan mau mengerjakan misi tersebut. Diapun tampak senang disebut pangeran dan diberikan misi itu. Akhirnya misipun telah selesai. Sebagai hadiah atas berhasilnya misi tersebut, mereka boleh makan snack dari Ratu Miss Maggie. Ketika mereka memberikan kertas rahasia tersebut kepada saya, saya slami tangan mereka dan mengucapkan :
“selamat Pangeran/ Putri karena telah menyelesaikan Putri dan membuat Ratu bahagia.”
Senang sekali melihat senyum-senyum manis itu.







tipsnya bagus dan dapat di tiru untuk mengajari anak menuliskan huruf dan anggka
pengalaman saya untuk kekey (2 th) mengenalkan huruf dengan membuat puzzle huruf dan angka, sambilmelatih motorik halusnya dengan memasangkan puzzlenya sambil mengajari menyebutkan nama hurufnya, alhamdulilah dalam waktu kurang dari 1 bulan sudah bisa menyebutkan nama huruf yang ditunjuk meskipun secara acak, etapi kelemahannya dia tidak bisa mengurutkan ejaannya dari A urut ke Z, tetapi secara acak dapat menyebut huruf yang ditunjuk